Tuesday, August 02, 2005

Pilkada dan Introspeksi Parpol

Kompas, Selasa, 02 Agustus 2005

Oleh: Toto Sugiarto

Aksi anarkis massa yang melakukan perusakan dan pembakaran berbagai fasilitas Pemerintahan Kabupaten Kaur seakan merupakan puncak sederet konflik yang terjadi dalam pilkada.
Sebelumnya, konflik terjadi di Banyuwangi, Situbondo, Gowa, Toba Samosir, Rejang Lebong, Tana Toraja, Pangkep, Kepulauan Sula, Bima, dan daerah lain. Aksi anarkis ini merupakan noda demokrasi dan seakan membenarkan pandangan, demokrasi beririsan dengan anarki.

Apakah penyebab kerusuhan dalam pilkada? Perubahan apa yang perlu dilakukan agar pilkada ke depan lebih beradab?

Ketidakpercayaan

Berbagai aksi unjuk rasa sering berujung pada anarkisme massa jika aspirasinya tidak tersalurkan. Dengan kata lain, mereka tidak menemukan pelampiasan atas ketidakpuasan yang dirasakan. Tekanan amarah yang tidak menemukan celah untuk keluar akhirnya meledak menjadi amuk massa. Itulah yang terjadi di Kaur. Kedatangan demonstran tidak ”disambut” pejabat pemda, bupati, KPUD, dan aparat terkait yang seharusnya bisa menjadi sarana pelampiasan amarah.

Beberapa penyebab unjuk rasa. Pertama, ketidakpercayaan terhadap pelaksanaan berbagai aturan, terutama saat pencalonan dan penghitungan hasil pilkada. Ketidakpercayaan muncul karena tidak kredibelnya penyelenggara pilkada di mata masyarakat. KPUD di beberapa daerah ditengarai curang, tidak netral, dan memihak salah satu pasangan. Selain itu, KPUD tidak bekerja serius dalam mendata pemilih. Akibatnya, banyak warga tidak terdata sebagai pemilih. Meski data adalah hasil kerja sama KPUD dengan Dinas Kependudukan, namun tanggung jawab atas tidak akuratnya data adalah KPUD.

Kedua, unjuk rasa muncul karena kontestan dan pendukungnya tidak siap kalah. Mereka tahu kompetisi selalu melahirkan pihak menang dan kalah. Namun, egoisme pribadi yang amat tinggi menutup kesadaran itu. Terlihat, mereka tidak mendapat pendidikan politik yang baik. Pilihan mereka, menang atau gagalkan pilkada.

Pendeknya, gabungan ketidakpercayaan atas pelaksanaan hukum dan ketidaksiapan menerima kekalahan mengakibatkan munculnya aksi unjuk rasa. Jika unjuk rasa tidak direspons dengan baik oleh pejabat, akan meledak menjadi kerusuhan seperti terjadi di Kaur dan beberapa daerah lain.

Perubahan pertama yang harus dilakukan adalah kinerja KPUD. KPUD harus independen. Untuk itu, peran Panwas harus dioptimalkan. Panwas harus benar-benar berdaya. Selain itu, diperlukan kontrol kuat dari simpul-simpul masyarakat

Kegagalan partai politik

Perubahan kedua, pada partai politik. Selain ketidaknetralan dan kurang baiknya kinerja KPUD, penyebab penting lain yang memunculkan kondisi rusuh adalah kegagalan partai politik melakukan pendidikan politik rakyat. Padahal, undang-undang mewajibkan partai politik wajib melakukan pendidikan politik rakyat. Pasal 9 UU No 31/2002 tentang partai politik menyebutkan, partai politik berfungsi sebagai sarana pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat agar menjadi warga negara Republik Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu, partai politik wajib menciptakan iklim yang kondusif dalam pentas politik.

Tidak berfungsinya partai sebagai agen pendidikan politik menjadikan masyarakat tidak mendapat pencerahan politik. Mereka tidak mampu menerima kenyataan. Kelalaian mendidik politik rakyat berarti kegagalan partai melaksanakan undang-undang.

Partai politik harus melakukan perubahan dan menghentikan pelanggaran itu. Dia seharusnya memberi kontribusi bagi upaya mempertinggi kesiapan masyarakat dalam menghadapi pilkada dan segala konsekuensinya dengan melakukan fungsi pendidikan politik sebaik-baiknya. Tidak ada salahnya jika partai politik turut melakukan sosialisasi aturan main, pencalonan, dan penetapan hasil pilkada. Pencerahan seperti itu diperlukan dan dapat menghindarkan pentas politik dari kerusuhan dan tindakan anarkis.

Introspeksi parpol

Kerusuhan di berbagai daerah merupakan warning bagi partai politik untuk melakukan introspeksi diri. Partai politik harus menjalankan undang-undang, melaksanakan pendidikan politik rakyat, dan menjamin iklim politik yang kondusif.

Selain itu, partai juga harus melakukan rekrutmen dengan baik. Selama ini perannya lebih terlihat sebagai calo bagi individu yang ingin berlaga di pilkada. Ini kuno. Mulai saat ini rekrutmen politik harus dilakukan dengan benar.

Partai politik jangan lagi mengusung pihak yang bayar, tetapi harus mencari calon pemimpin daerah yang sebenarnya. Penilaian harus didasarkan pada kredibilitas, kemampuan memimpin, dan nilai diri di mata masyarakat. Proses seleksinya dapat dilakukan dengan konvensi.

Toto Sugiarto Peneliti pada Soegeng Sarjadi Syndicate, Peserta Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta

1 Comments:

At 11:49 AM, Blogger eddyjohn1080 said...

St0ck For Your Review - FCPG

Current Profile
Faceprint Global Solutions (FCPG)
Current Price $0.15

A U.S. based-company dedicated to the goal of
bringing effective security solutions to the marketplace.

With violent and white-collar terrorism on the rise,
companies are starving for innovative security solutions.


FCPG is set to bring hot new security solutions to
the industry, with currently over 40 governmental and
non-governmental contracts, being negotiated.


Please Review Exactly What this Company Does.

Why consider Faceprint Global Solutions (FCPG)?

Faceprint Global Solutions (FCPG) holds the exclusive
marketing rights from Keyvelop, to sell the world�s
leading encryption technology to be distributed directly
to the Healthcare industry in North America.

Faceprint Global Solutions has completed its biometric
software that recognizes facial features of individuals
entering and leaving through airports, ship yards, banks,
large buildings, etc.

FCPG acquired Montreal-based Apometrix Technologies,
which enhances the companies mission of being a
full-service provider to the multi-application smart
card industry. The North American market appears ready
for significant expansion of price-competitive, proven,
multi-application solutions on smart cards. Apometrix's
forecast of over 300 customers and sales of more than $50
million in North America over the next five years, appears
very realistic, according to company management.


Faceprint Global Solutions is currently in contract negotiations
with over 40 governmental agencies and businesses seeking to use
their encryption, biometric, and smart-card technologies.

Breaking News for Faceprint Global Solutions (FCPG)

Faceprint Global Solutions (FCPG) is pleased to announce that
IBM will now offer the world�s leading encryption software to
its major Healthcare clients in North America.


With FCPG owning the exclusive North American rights to distribute
the worlds leading encryption and transmission software developed by
Keyvelop, FCPG is poised to capture large volumes of sales generated
by customers currently using IBM�s software in the healthcare and other
industries.


�This is a very positive move for FCPG and for Keyvelop,� said FCPG
CEO Pierre Cote. �We are very happy about the decision to go with IBM.
This is a continuation of the progress made by everyone associated
with FCPG and its partners.�

Buell Duncan, IBM's general manager of ISV & Developer Relations commented,
�Collaborating with Keyvelop will ensure that we develop open solutions that
are easy to maintain and cost effective for our customers in the healthcare
and life sciences industry.�

Among other things, this new software technology which is currently
being used by a number of European healthcare companies, is used to
send any file, regardless of format or size. Encryption keys, evidence
of transmission integrity with fingerprint calculation, time-stamping
of all actions and status record updating, pre-checking sender and
receiver identities, validating file opening dates are part of Keyvelop features.

About FacePrint Global Solutions, Inc.

FCPG operates a business, which develops and delivers a variety of
technology solutions, including biometric software applications on
smart cards and other support mediums (apometric solutions). FCPG�s
products provide biometric solutions for identity authentication and a
host of smart card- and biometrics-related hardware peripherals and
software applications. Apometrix, FCPG�s wholly-owned subsidiary,
combines on-card or in-chip multi-application management solutions
with best-of-breed �in-card matching� biometrics. Keyvelop�s secure
digital envelope solution and Apometrix�s on-card biometrics work
together to produce the winning combination in the fields of security,
traceability and identity management.

Conclusion:

The examples above show the Awesome, Earning Potential of little known
Companies That Explode onto Investor�s Radar Screens. This sto,ck will
not be a Secret for long. Then You May Feel the Desire to Act Right Now!
And Please Watch This One Trade!

GO FCPG!

Disclaimer:
Information within this email contains "forward |ooking statements" within
the meaning of Section 27Aof the Securities Act of 1933 and Section 21B of
the Securities Exchange Act of 1934. Any statements that express or involve
discussions with respect to predictions, expectations, beliefs, plans,
projections, objectives, goals, assumptions or future events or performance
are not statements of historical fact and may be "forward |ooking statements".
"Forward |ooking statements" are based on expectations, estimates and projections
at the time the statements are made that involve a number of risks and uncertainties
which could cause actual results or events to differ materially from those presently
anticipated. We were paid a sum of three thousand USD to disseminate this information
from ir marketing. Forward loking statements in this action may be identified through
the use of words such as "projects", "foresee", "expects", "will", "anticipates",
"estimates", "believes", "understands" or that by statements indicating
certain actions "may", "could", or "might" occur. Risk factors include
general economic and business conditions, the ability to acquire and develop
specific projects, the ability to fund operations and changes in consumer and
business consumption habits and other factors over which the company has little
or no control. The publisher of this newsletter does not represent that the
information contained herein are true and correct.

 

Post a Comment

<< Home